Warga Medan Johor Perlu Mewaspadai Potensi Kebakaran
08 Agustus 2022 - 20:38:53 WIB | Dibaca: 3258x
Medan (Sioge) - Warga harus berhati-hati di musim kemarau yang cuaca panasnya cukup ekstrim. Apalagi di Kecamatan Medan Johor yang padat penduduk, waspadai potensi kebakaran.
"Sepanjang tahun 2022 ini, tidak kurang dari 150 kebakaran sudah terjadi di Kota Medan. Hal ini dikarenakan kelalaian dan kurang hati-hatinya warga dalam beraktifitas,” ujar Anggota DPRD Medan Drs Daniel Pinem saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah Kota Medan No.6 Tahun 2016 tentang Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran Kota Medan di Jalan M Zein Gang Ladang Kelurahan Kedai Durian Kecamatan Medan Johor, Minggu sore (7/8/2022).
Acara ini dihadiri jajaran perwakilan Kasi Inspeksi Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (P2K) Kota Medan Aswin SH, perwakilan kecamatan Medan Johor, perwakilan Lurah Kedai Durian Ahmad Damzi Harahap, Ketua PAC PDI Perjuangan Medan Johor Jusuf Ginting, jajaran Kepling serta ratusan warga.
Disebutkannya, sosialisasi tersebut sangat berguna agar warga tahu mengantisipasi potensi terjadinya kebakaran. Untuk lebih cepatnya mengantisipasi kebakaran, saat ini telah dibangun beberapa UPT Dinas P2K.
Sementara perwakilan Dinas P2K Kota Medan Aswin SH menerangkan, Perda Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran Kota Medan bertujuan mendukung kemajuan Kota Medan. Begitu juga di gedung seperti perkantoran, plaza dan lainnya, pihak pengelola wajib menyediakan APAR, hydran dan lainnya. Petugas Pemadam Kebakaran nantinya akan melakukan pemeriksaan alat-alat pemadam tersebut.
Diterangkannya juga, api terbagi atas tiga unsur, yakni oksigen (udara), adanya panas dan adanya bahan benda padat dan cair yang bisa memicu api. Bila salah satu dari ketiga unsur ini tidak ada, maka api tidak akan ada.
Sedangkan jenis kebakaran terbagi beberapa kelas. Kelas A yang terbakar benda padat dan meninggalkan abu. Bila ada api dari benda padat bisa dipadamkan dengan air, APAR. Kelas B api yang berasal dari gas atau minyak, pemadamannya dengan memutuskan saluran gas atau oksigen. Sedangkan Kelas C api berasal dari arus listrik.
Seusai memberikan penjelasan, petugas Dinas P2K yang dipimpin Thomas Ginting melakukan simulasi pemadaman api untuk mencegah terjadi kebakaran. Di akhir acara, Daniel Pinem minta agar warga jangan pernah menutup gang kebakaran. (S1)



.jpg)








